Taqwa adalah menajalankan perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-larangannya.
Karena memang ketaqwaan itu sendiri sangat penting dan harus terus diperkokokoh, ada beberapa ayat mengapa kita harus meningkatkan taqwa:
Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah laki-lak dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu
(Annisa:1)
Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu (Al-Hujurot: 13)
Dari ayat di atas jelas bahwa bertaqwa itu agar kita mempunyai kegidupan yang lebih baik, agar selamat dalam kehidupan dunia dan akhirat.
Ada beberapa cara untuk meingkatkan ketqwaan kita kepada Allah SWT:
1. al- mu’ahadah
yaitu ingat dengan perjanjian kita kepada Allah swt.
Janji itu sering kita ikrarkan, misal ketika kita shalat paling sedikit 17 kali kita berjanji kepada Allah untuk menyembah hanya kepada Allah dan minta pertolongan; baahkan setiap kita membaca surat al-Fatihah ayat 5:
Kepada-Mu kami menyembah dan kepada-Mu kami mohon pertolongan.
Dengan demikian, setiap kita sudah berjanji untuk menjalankan kehidupan ini dengan sesuatu yang bernilai ibadah dan Allah sesungguhnya menciptakan manusia ini dengan tujuan untuk beribadah kepada-Nya. Tentunya ibadah yang dimaksudkan tidak hanya terbatas pada ibadah shalat, puasa, dzkir dan sejenisnya, melainkan seluruh kegiatan kita dari pagi sampai pagi lagi, semua harus bernilai ibadah. Agar semua kegiatan kita bernilai ibadah, tentunya dengan syarat bahwa kegiatan itu benar, baik dan dikerjakan dengan niat yang ikhlas, cara yang benar serta dengan tujuan hanya mengharap ridha Allah swt.
2. al- muraqabah
yaitu merasa dekat kepada Allah swt.
Hal ini perlu karena orang akan merasakan bahwa dia selalu diawasi oleh Allah dan membuatnya selalu berfikir sebelum berbuat dan tidak berani menyimpang dari jalan yang telah diatur-Nya. Sikap ini mutlak harus dilakukan , karena sebenarnya Allah itusangat dekat dengan kita, sesuai dengan firman Allah swt dalam surat al_hadid ayat 4:
Dan Allah bersama kamu dimana saja kamu berada; dan Allah maha melihat apa yang kamu kerjakan.
Bahkan dalam ayat yang lain, dalam surat al-Mujadilah ayat 6: yang intinya ayat ini menjelaskan bahwa tidaklah kamu perhatikan yang ada dilangit dan di bumi. Tiada pembicaraan rahasia anatar tiga orang, melainkan Allahlah yang keempatnya; dan tiada pembicaraan antara lima orang melainkan Allah yang keenamnya; dan tiada pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Allah ada bersama mereka dimanapun mereka berada; Kemudian Allah akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan; sesungguhnya Allah maha mengetahui segala sesuatu.
3. al- Muhasabah atau menghitung- hitung diri,
merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim. Apalagi kelak amal manusia akan hitung oleh Allah swt; karena itu sebelumnya manusia harus menghitung sendiri amal- amalnya agar dia tahu apakah selama ini dia lebih banyak amal shaleh atau amal salah. Sahabat nabi Umar ibnu Khattab pernah mengingatkan dalam ungkapannya:
Hisablah disi kalian sebelum kalian dihisab di kahirat.
Oleh karena itu, ada baiknya seorang muslim melakukan muhasabah setiap hari, misalnya menjelasng tidur, dia merenungi apa yang diperjuangkan pada hari it atau setiap jum’at sekali atau sebulan dan minimal setahun, dia dapat meningkatkan kualitas hidupnya untuk bekal waktu yang akan datang termasuk kehidupan di akahira nantinya.
Firman Allah surat al-Hasr ayat 18:
Hai orang- orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yanv telah di perbuatnya untuk hari akhirat, dan bertaqwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
4. al- mu’aqabah
yaitu memberikan sangsi atau menghukum dirinya sendiri bila tidak melakukan hal-hal yang semestinya dilakukan, apalagi jika sampai melakukan maksiat. Perlunya sangsi ini diberlakukan pada diri seseorang muslim, karena akan membatasi jangan sampai mempermudah terlanggarnya kesalahan- kesalahan yang lain.
5. al- mujahadah
yaitu bersungguh sungguh dalam menjalankan ajaran Islam. Hal ini karena Islam memang harus dilakukan dengan penuh kesungguhan; Tanpa kesungguhan, sangat sulit seorang dapat melakukan ajaran Islam. Shalat misalnya memerlukan kesungguhan, begitu juga berinfaq, apalagi berjihad di jalan Allah. Jika seseorang telah memiliki kesungguhan, meskipun nantinya akanmenghadapi kesulitan dalam beramal, Allah swt akan memberikan kemudahan baginya dalam mengahdapi kesulitan itu.
Allah berfirman dalam surat al-Ankabut ayat 69:
Dan orang- orang yang berjihad untuk mencari keridhaan Allah, benar- benar akan Allah tunjukkan kepada mereka jalan- jalan Allah. Dan sesungguhnya Allah benar- benar beserta orang- orang yang bwerbuat baik.
Kamis, 12 Januari 2012
Mati Khusnul Khotimah
Alquran menjelaskan bahwa yang namanya makhluk hidup semua akan mengalami kematian termasuk manusia. Cuma masalahnya apakah manusia itu akan mati dalam keadaan khusnul khotimah (baik) atau mati dalam keadaan suul khotimah (buruk).
Kalau ditanyakan kepada kita kami yakin semua ingin mati dalam keadaan khusnul khotimah (baik) yang insyallah akan dimasukkan ke dalam surganya Allah SWT. Orang yang selalu menempuh jalan kebaikan insyaallah dia akan mati dalam keadaan khusnul khotimah tapi kalau sering menempuh jalan yang dilarang oleh Allah SWT jangan terlalu berharap akan dapat mati dalam keadaan khusnul khotimah malah bisa-bisa dia akan mati dalam keadaan suul khotimah (buruk).
Ada beberapa tanda-tanda manusia dapat termasuk mati dalam keadaan khusnul khotimah yaitu:
1. Ketika menjelang ajal menyebut asma Allah
Dalam hadist dijelaskan "barang siapa menyebut Lailaahaillallah meninggal maka akan masuk surga"
2. Meninggal Dunia Dalam Keadaan Ibadah
Diceritakan pada suatu hari Ali bin Abi Thalib buru-buru ke masjid dengan seorang kakek-kakek untuk shalat subuh berjamaah, ketika masuk masjid ternyata shalat subuh berjamaahnya sudah selesai. Kemudian Ali berjamaah dengan kakek tersebut. Ketika shalat sudah selesai dilihatnya kakek itu dalam keadaan sujud dan ternyata sudah meninggal. Kemudian ditanyakan kepada Rasul, beliau menjawab kakek itu mati khusnul khatimah.
3. Dilihat dari hari kematiannya
Dijelaskan orang yang meninggal pada hari jumat maka dia meninggal dalam keadaan khusnul khotimah.
4. Dilihat dari fisiknya ketika meninggal
Dijelaskan ketika meninggal dunia wajahnya terlihat bersih, tenang, dan damai. Maka ciri tersebut menjadi salah satu ciri bahwa orang tersebut mati dalam keadaan khusnul khotimah (wallahu a'lam)
Mari kita sama-sama berdoa semoga Allah SWT yang Maha Pemberi Rahmat mematikan kita dalam keadaan khusnul khotimah
Meneladani Ulama Salaf (Biografi)
Puja dan puji syukur selalu kita panjatkan kepada Allah SWT yang selalu memberikan kita kenikmatan hidup, nikmat iman, nikmat Islam, nikmat kesehatan dan nikmat-nikmat lain yang kita tidak bisa menyebutkan satu persatu. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi Junjungan kita Muhammad SAW.
Tulisan ini didasarkan pada sebuah buku yang sangat menarik karya Syaikh Ahmad Farid tentang Biografi Ulama Salaf. Kami begitu terinspirasi untuk membacanya dan meringkasnya dalam tulisan ini berharap dapat semakin menambah ilmu kami.
Kita semua tau bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Ajaran Nabi bisa sampai kita semua karena perjuangan para ulama, artinya kalau tidak ada ulama maka ajaran Nabi tidak dapat kita ketahui, dan masa jahiliah akan kembali lagi.
Untuk itu kita wajib bersyukur dan berterima kasih kepada para ulama yang telah mengajarkan ilmunya kepada kita. Biografi para ulama salaf baik dari masa tabiin dilanjutkan dengan tabiittabiin dan diteruskan oleh yang namanya ulama semestinya kita baca agar kita dapat meneladaninya untuk meneruskan perjuangan ajaran islam. Ulama salaf itu antara lain:
1. MASRUQ BIN AL-AJDA'
Nama panjangnya Masruq bin Al-Ajda' Al-Hamadani Al-Wadi'i Abu Aisyah Al-Kufi. Tidak ada seorang penulisun yang mengetahui tentang tanggal dan tempat kelahirannya, tapi Harun bin Hatim dari Al-FFadhl bin Amr Mengatakan "Masruq meninggal pada usia 63 tahun. Jadi dapat dikatakan bahw dia terlahir pada tahun pertama hijrah atau satu tahun sebeumnya.
Dia masuk masa tabiin orang yang terkenal dengan kezuhudannya dan kewara'an dan kesedehanaannya yang mempnyai rasa takut yang mendalam kepada Allah SWT
2. SAID BIN AL-MUSAYYIB-PEMBESAR PARA TABIIN
3. URWAH BIN AZ-ZUBAIR
4. SAID BIN JUBAIR
5. UMAR BIN ABDUL AZIZ
6. AMIR BIN SYARAHIL
7. THAWUS BIN KAISAN
8. AL-HASAN AL-BASHRI
9. MUHAMMAD BIN SIRIN
10.AL-IMAM AZ-ZUHRI
11.AYYUB AS-SKHTIANI
12.SULAIMAN BIN MIHRAN (AL-A'MASY)
13.AL-IMAM ABU HANIFAH AN-NU'MAN BIN TSABIT
14.ABDURRAHMAN BIN AMR AL-AUZA'I
15.SYU'BAH BIN AL-HAJJAJ AMIRUL MUKMININ DALAM HADITS
16.SUFYAN ATS-TSAURI
17.HAMMAD BIN SALAMAH
18.AL-LAITS BIN SA'AD
19.HAMMAD BIN ZAID
20.MALIK BIN ANAS IMAM DAR AL-HIJRAH
21.IMAM AL-MUBARAK ABDULLAH BIN AL-MUBARAK
22.AL-FUDHAIL BIN IYADH AL-'ABID AL-HARAMAIN
23.WAQI' BIN AL-JARRAH
24.SUFYAN BIN 'UYAINAH
25.ABDURRAHMAN BIN MAHDI
26.YAHYA BIN SAID AL-QATHTHAN
27.MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI'I-NASHIR AL-HAQ WA AS-SUNNAH
28.YAZID BIN HARUN AL-WASITHI
29.ABU UBAID AL-QASIM BIN SALLAM
30.YAHYA BIN MA'IN
31.ALI BIN AL-MADINI
32.ISHAQ BIN RAHAWAIH (ISHAQ BIN IBRAHIM AL-HANZHALI)
33.AHMAD BIN HAMBAL, IMAM AHLU SUNNAH
34.MUHAMMAD BIN ISMAIL AL-BUKHARI SYAIKH AL-MUHADDITSIN
35.IMAM MUSLIM BIN AL-HAJJAJ AN-NAISABURI
36.ABU DAWUD AS-SIJISTANI SULAIMAN BIN AL-ASY'ATS
37.ABU HATIM AR-RAZI (MUHAMMAD BIN IDRIS BIN AL-MUNDZIR AL=HANZHALI)
38.ABU ISA AT-TIRMIDZI
39.IBRAHIM BIN ISHAQ (IBRAHIM AL-HARBI)
40.ABU ABDURRAHMAN AN-NASAI'I AHMAD BIN SYU'AIB AL-KHURASANI
41.MUHAMMAD BIN NASHR AL-MARWAZI
42.MUHAMMAD BIN JARIR ATH-THABARI (ASY-SYAIKH AL-MUFASSIRIN)
43. MUHAMMAD BIN ISHAQ BIN KHUZAIMAH
44.IMAM ATH-THABARANI
45.ABU AL-HASAN AD-DARUQUTHNI
46.IBNU MANDAH
47.AL-HAKIM ABU ABDILLAH IBNU A--BAYYI'
48.ABU MUHAMMAD BIN HAZM
49.ABU BAKAR AL-BAIHAQI
50.IBNU ABDIL BARR
51.AL-KHATIB AL-BAGHDADI
52.AL-HAFIZH ABU AL-QASIM BIN ASAKIR
53.ABU FARAJ BIN AL-JAUZI
54.AL-HAFIZH ABDUL GHANI AL-MAQDISI
55.AL-IZZU BIN ABDISSALAM
56.IMAM AN-NAWAWI
57.IBNU TIMIYAH
58.AL-HAFIZH ADZ;DZAHABI, SEJARAH ISLAM
59.IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH
60.AL-HAFIZH IBNU HAJAR AL-ASQALANI
Tulisan ini didasarkan pada sebuah buku yang sangat menarik karya Syaikh Ahmad Farid tentang Biografi Ulama Salaf. Kami begitu terinspirasi untuk membacanya dan meringkasnya dalam tulisan ini berharap dapat semakin menambah ilmu kami.
Kita semua tau bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Ajaran Nabi bisa sampai kita semua karena perjuangan para ulama, artinya kalau tidak ada ulama maka ajaran Nabi tidak dapat kita ketahui, dan masa jahiliah akan kembali lagi.
Untuk itu kita wajib bersyukur dan berterima kasih kepada para ulama yang telah mengajarkan ilmunya kepada kita. Biografi para ulama salaf baik dari masa tabiin dilanjutkan dengan tabiittabiin dan diteruskan oleh yang namanya ulama semestinya kita baca agar kita dapat meneladaninya untuk meneruskan perjuangan ajaran islam. Ulama salaf itu antara lain:
1. MASRUQ BIN AL-AJDA'
Nama panjangnya Masruq bin Al-Ajda' Al-Hamadani Al-Wadi'i Abu Aisyah Al-Kufi. Tidak ada seorang penulisun yang mengetahui tentang tanggal dan tempat kelahirannya, tapi Harun bin Hatim dari Al-FFadhl bin Amr Mengatakan "Masruq meninggal pada usia 63 tahun. Jadi dapat dikatakan bahw dia terlahir pada tahun pertama hijrah atau satu tahun sebeumnya.
Dia masuk masa tabiin orang yang terkenal dengan kezuhudannya dan kewara'an dan kesedehanaannya yang mempnyai rasa takut yang mendalam kepada Allah SWT
2. SAID BIN AL-MUSAYYIB-PEMBESAR PARA TABIIN
3. URWAH BIN AZ-ZUBAIR
4. SAID BIN JUBAIR
5. UMAR BIN ABDUL AZIZ
6. AMIR BIN SYARAHIL
7. THAWUS BIN KAISAN
8. AL-HASAN AL-BASHRI
9. MUHAMMAD BIN SIRIN
10.AL-IMAM AZ-ZUHRI
11.AYYUB AS-SKHTIANI
12.SULAIMAN BIN MIHRAN (AL-A'MASY)
13.AL-IMAM ABU HANIFAH AN-NU'MAN BIN TSABIT
14.ABDURRAHMAN BIN AMR AL-AUZA'I
15.SYU'BAH BIN AL-HAJJAJ AMIRUL MUKMININ DALAM HADITS
16.SUFYAN ATS-TSAURI
17.HAMMAD BIN SALAMAH
18.AL-LAITS BIN SA'AD
19.HAMMAD BIN ZAID
20.MALIK BIN ANAS IMAM DAR AL-HIJRAH
21.IMAM AL-MUBARAK ABDULLAH BIN AL-MUBARAK
22.AL-FUDHAIL BIN IYADH AL-'ABID AL-HARAMAIN
23.WAQI' BIN AL-JARRAH
24.SUFYAN BIN 'UYAINAH
25.ABDURRAHMAN BIN MAHDI
26.YAHYA BIN SAID AL-QATHTHAN
27.MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI'I-NASHIR AL-HAQ WA AS-SUNNAH
28.YAZID BIN HARUN AL-WASITHI
29.ABU UBAID AL-QASIM BIN SALLAM
30.YAHYA BIN MA'IN
31.ALI BIN AL-MADINI
32.ISHAQ BIN RAHAWAIH (ISHAQ BIN IBRAHIM AL-HANZHALI)
33.AHMAD BIN HAMBAL, IMAM AHLU SUNNAH
34.MUHAMMAD BIN ISMAIL AL-BUKHARI SYAIKH AL-MUHADDITSIN
35.IMAM MUSLIM BIN AL-HAJJAJ AN-NAISABURI
36.ABU DAWUD AS-SIJISTANI SULAIMAN BIN AL-ASY'ATS
37.ABU HATIM AR-RAZI (MUHAMMAD BIN IDRIS BIN AL-MUNDZIR AL=HANZHALI)
38.ABU ISA AT-TIRMIDZI
39.IBRAHIM BIN ISHAQ (IBRAHIM AL-HARBI)
40.ABU ABDURRAHMAN AN-NASAI'I AHMAD BIN SYU'AIB AL-KHURASANI
41.MUHAMMAD BIN NASHR AL-MARWAZI
42.MUHAMMAD BIN JARIR ATH-THABARI (ASY-SYAIKH AL-MUFASSIRIN)
43. MUHAMMAD BIN ISHAQ BIN KHUZAIMAH
44.IMAM ATH-THABARANI
45.ABU AL-HASAN AD-DARUQUTHNI
46.IBNU MANDAH
47.AL-HAKIM ABU ABDILLAH IBNU A--BAYYI'
48.ABU MUHAMMAD BIN HAZM
49.ABU BAKAR AL-BAIHAQI
50.IBNU ABDIL BARR
51.AL-KHATIB AL-BAGHDADI
52.AL-HAFIZH ABU AL-QASIM BIN ASAKIR
53.ABU FARAJ BIN AL-JAUZI
54.AL-HAFIZH ABDUL GHANI AL-MAQDISI
55.AL-IZZU BIN ABDISSALAM
56.IMAM AN-NAWAWI
57.IBNU TIMIYAH
58.AL-HAFIZH ADZ;DZAHABI, SEJARAH ISLAM
59.IBNU QAYYIM AL-JAUZIYAH
60.AL-HAFIZH IBNU HAJAR AL-ASQALANI
Senin, 09 Januari 2012
Keajaiban doa dan Tata Caranya
Berdoa adalah inti ibadah, demikian sabda Rasulullah SAW. Berdoa adalah sebagian tanda kesempurnaan syahadah seorang muslim. Pada saat seorang muslim mengucapkan dengan yakin: asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan Rasulullah, maka ia mengakui secara sadar bahwa dia hanyalah makluk kecil dan tak berdaya, hanya bisa hidup dan bertindak atas kehendakNya masuk surga atas rahmatNya dan masuk neraka atas laknatNya.
Sejarah banyak mencatat bahwa telah terjadi keajaiban-keajaiban pada saat hamba-hamba Allah terjepit dan terberdaya oleh kenyataan hidup, namun bisa melepaskan diri dari mara bahaya dan menemukan jalan keluar. Semua dapat mungkin karena rahmat Allah SWT yang bisa diketuk dengan doa.
Contoh peristiwa-peristiwa keajaiban karena doa:
1. Ketiba Dawud AS sedang terjepit dalam medan perang oleh Jalut dan pasukannya, Dawud hanya pasrah dan berdoa:" Rabbana afrigh 'alaina shabran watsbbit aqdamana wanshurna 'alal qaumil kafirin
Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran dan menangkanlah kami atas orang-orang kafir.
Atas berkat rahmat Allah akhirnya Dawud beserta orang mukmin selamat dari kehancuran dan memperoleh kemenangan.
2.Ketika zakaria AS sudah tua renta dan belum punya anak dan segala upaya sudah diusahakan namun belum memiliki keturunan, maka dengan segala kepasrahan kepada-Nya, Zakaria berdoa: "Rabbi la tadzarni fardan wa anta khairul waritsin" Ya Tuhanku, jangan biarkan saya hidup sendirian dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi warisan.
Atas izin Allah SWT, istri Zakaria mengandung dan melahirkan bayi laki-lak yang diberi nama Yahya yang kemudian kelak menruskan perjuangan ayahnya dipilih Allah SWT sebagai Rasul.
3. Ketika Namrud bersuka ria sambil menyaksikan pesta pembakaran Ibrahim AS, tiba-tiba dia harus bungkam karena kobaran api dari beribu-ribu kayu tak mampu menggosongkan tubuh Ibrahim atas ijin Allah SWT: Ya naru kuni bardan wasalaman 'ala Ibrahin: Hai api, jadilah engkau api yang sejuk dan menyelamatkan kepada Ibrahim"
TATACARA DOA AGAR DIKABULKAN
1.Dalam keadaan suci
salah satu adab berdoa adalah sedang dalam keadaan wudhu,khususnya berdoa setelah shalat.
Imam Ja'far Ash-Shadiq (sa) berkata kepada Musammi: wahai musammi, apa yang menghalangi seseorang ketika ia berada dalam kesengsaraan duniawi untuk berwudhu lalu pergi ke masjid, kemudia melakukan shalat dua rokaat lalu lalu berdoa kepada Allah di dalamnya? Aku mendengar Allah SWT berfirman: "Mohonlah pertolongan dengan kesabaran dan shalat (Tafsir Al-Ayyasyi 1:3)
Kalimat Penuh Makna
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepadaNya dan janganlah sekali-sekali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam (Ali Imran:102)
Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah laki-lak dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Annisa:1)
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Barang siapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kesuksesan yang besar (Al-Ahzab: 70-71)
Hai sekalian manusia bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari yang satu dan daripadanya Allah menciptakan istrinya dan dari pada keduanya Allah laki-lak dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu (Annisa:1)
Hai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Barang siapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapatkan kesuksesan yang besar (Al-Ahzab: 70-71)
Sabtu, 07 Januari 2012
Kumpulan Doa-Doa Mustajab
Do'a Memohon Kemuliaan

Artinya: "Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal." (QS. Al-Furq�n: 65).

Artinya: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Al-Furq�n: 74).
Penjelasan:
Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan.
Kamis, 05 Januari 2012
Keutamaan dan Tata Cara Shalat Dhuha
Shalat dhuha adalah shalat sunat dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari naik sepenggalah sampai waktu zhuhur, dan shalat dhuha itu sendiri adalah shalat sunnat yang sangat dianjurkan oleh rasul karena manfaatnya.
Rokaat shalat sunnat dhuha 2, 4, 6, 8 atau 12 rokaat, dikerjain 2 rokaat salam.Berikut adalah tatacara shalat dhuha:
1. Niat Shalat dhuha dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram
Ushalli sunnatadhuhaa rok'ataini lillahi ta'ala
artinya: saya niat shalat sunnat dhuha dua rokaat karena Allah SWT
2. Membaca Surat Alfatihah, kemudian membaca surat dalam Al-Quran
Surat Assamsy, Allail, Adhuha atau surat-surat yang lain dalam Al-Quran
3. Rukuk, membaca tasbih
4. I'tidal, dan membaca bacaannya
5. Sujud, membaca tasbih
6. Duduk diantara 2 (dua) sujud
7. Sujud kedua, dan membca tasbih
setelah rokaat pertama selesai lakukan rokaat kedua seperti di atas kemudian tasyahud akhir setelah selesai kemudian membaca salam dua kali
Doa Setelah Shalat Dhuha
“Allaahumma innad dhuha dhuhaauka, wal-jamaala jamaaluka, wal-qudrota qudratuka, wal-’ishmata ‘ishmatuka. In kaana rizqii fil-ardhi fa akhrijhu, wa in kaana fissamaa’i fa anzilhu, wa in kaana haraaman fa thahhirhu, bi haqqi dhuhaaika wa jamaalika wa qudratika, ya Allah”.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.”
“Ya Allah, sesungguhnya masa pagi ini adalah masa pagiMU, keindahan ini adalah keindahanMU, kuasa ini adalah kekuasaanMU, kenyamanan ini adalah kenyamananMU. Seandainya rizki saya tersembunyi di dalam bumi maka keluarkanlah, jika di langit turunkanlah, jika haram bersihkanlah, berkat kesejatian masa pagiMU, keindahanMU, dan kekuasaanMU, ya Allah.”
Keutamaan dan Rahasia Shalat Dhuha
Hadits Rasulullah Muhammad saw yang menceritakan tentang keutamaan shalat Dhuha, di antaranya:
1. Sedekah bagi seluruh persendian tubuh manusia
Dari Abu Dzar al-Ghifari ra, ia berkata bahwa Nabi Muahammad saw bersabda:
“Di setiap sendiri seorang dari kamu terdapat sedekah, setiap tasbih (ucapan subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (ucapan alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (ucapan lailahaillallah) adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah dari kemungkaran adalah sedekah. Dan dua rakaat Dhuha diberi pahala”.
(HR Muslim).
(HR Muslim).
2. Ghanimah (keuntungan) yang besar
Dari Abdullah bin `Amr bin `Ash radhiyallahu `anhuma, ia berkata:
Rasulullah saw mengirim sebuah pasukan perang.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Nabi saw berkata: “Perolehlah keuntungan (ghanimah) dan cepatlah kembali!”.
Mereka akhirnya saling berbicara tentang dekatnya tujuan (tempat) perang dan banyaknya ghanimah (keuntungan) yang akan diperoleh dan cepat kembali (karena dekat jaraknya).
Lalu Rasulullah saw berkata; “Maukah kalian aku tunjukkan kepada tujuan paling dekat dari mereka (musuh yang akan diperangi), paling banyak ghanimah (keuntungan) nya dan cepat kembalinya?”
Mereka menjawab; “Ya!”
Rasul saw berkata lagi:
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.”
(Shahih al-Targhib: 666)
“Barangsiapa yang berwudhu’, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan shalat Dhuha, dia lah yang paling dekat tujuanannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.”
(Shahih al-Targhib: 666)
3. Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad saw:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuahrumah di surga.”
(Shahih al-Jami`: 634)
(Shahih al-Jami`: 634)
4. Memeroleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah saw berkata:
Allah ta’ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya”.
(Shahih al-Jami: 4339).
(Shahih al-Jami: 4339).
Dalam sebuah riwayat juga disebutkan: “Innallaa `azza wa jalla yaqulu: Yabna adama akfnini awwala al-nahar bi’arba`i raka`at ukfika bihinna akhira yaumika”.
(Sesungguhnya Allah `Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu”).
5. Pahala Umrah
Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Barang siapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan shalat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barang siapa yang keluar untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan `umrah…”
(Shahih al-Targhib: 673).
(Shahih al-Targhib: 673).
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa Nabi sawbersabda:
“Barang siapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna..”
(Shahih al-Jami`: 6346).
(Shahih al-Jami`: 6346).
6. Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi)
Dengan mengetahui tata cara shalat sunnat diatas, semoga menjadi pedoman untuk selalu melaksanakan shalat sunah dhuha dengan benar. Dengan niat karna Allah, semoga mendapat pahala dan tempat yg baik di akhirat nanti. Amin.. Dari berbagai sumber.
Langganan:
Postingan (Atom)







